Karang Taruna Membangun Desa

Sesuai dengan pedoman Dasar Karang Taruna, Pengertian Karang Taruna adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas kelompok warga sederajat dan terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial.

Berdasarkan permensos 83/HUK/2015 tentang pedoman dasar karang taruan, tujuan karang taruna adalah : Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga karang taruna dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga karang taruna yang terampil dan dan berkepribadian serta berpengetahuan.

Terwujudnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan warga karang taruna. Termotivasi setiap generasi muda warga karang taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Terwujudnya Kesejahteraan Sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.

Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.

Permensos 83/HUK/2015 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Bicara soal pembangan desa, tentu bukan menjadi tugas pemirintah saja. Akan tetapi semua elemen warga masyarakat menjadi faktor penunjang didalam pembangunan desa, tidak terkecuali karang taruna. Lalu apakah peran karang taruna dapat diandalkan dalam berperan melakukan pembangunan desa? Seberapa jauh karang taruna memberikan kontribusi dalam berperan serta melakukan pembangunan desa? Apa yang mesti ditawarkan oleh karang taruna dan seberapa strategis posisi dalam program pembangunan desa?

Masalah Umum dalam Pembangunan Desa

Pembangunan pada prinsipnya sebuah proses yang dilajkukan oleh masyarakat bersama warga untuk mendapatkan kondisi yang lebih baik. Namun, demikian pembanguna tidak semena-mena langsung kelihatan hasilnya, akan tetapi semua itu memerlukan proses yang bertahab sehingga mendapatkan kondisi yang ideal, yaitu kondisi yang lebih baik.

Besarnya perbedaan antara desa maju dan tertinggal banyak disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan sumber daya masnusia yang profesional, belum tersusunnya kelembagaan sosial-ekonomi yang mampu berperan secara efektif dan produktif, pendekatan top down dan button up yang belum berjalan seimbang, pembangunan belum sepenuhnya partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur kebijakan yang sentralistik sementara kondisi sangat plural dan beragam, pembangunan pedesaan belum terintergritas dan belum konperhensif, belum adanya fokus kegiatan pembangunan pedesaan, fokus kegiatan belum tepat sasaran dan yang lebih penting pembangunan desa selama ini belum sepenuhnya menekankan prisip pro poor (Keberpihakan kepada upaya pengentasan kemiskiskinan), Pro job (Keberpihakan kepada peningkatan tenaga kerja) dan Pro growth (Keberpihakan kepada pertumbuhan).

Kenyataan diatas tentu sangat mengkhatirkan. Mengapa desa yang memiliki kekayaan yang melimpah dan sumber daya alam yang besar justru mengalami ketertinggalan. Padahal pasokan kebutuhan pokok orang-orang kota hampir mayoritas datangnya dari desa. Desa memiliki lahan yang luas, wilayah strategis dan kondisi yang memungkinkan untuk berkarya dan mencipta. Melihat kondisi sebenarnya yang ada di desa tidak mustahil basis pembangunan nasional adalah pedesaan.

Keberadaan Undang-Undang Desa dinilai sejumlah kalangan jauh lebih baik dari aturan soal desa di UU sebelumnya. Dalam UU Desa tersebut, keberadass desa yang semakin menjadi kekhususan suatu daerah diakui dan dianggap sebagai satu kesatuan hukum. Sedang di aturan sebelumnya, kurang mendapatkan pengakuan tersebut.

Keberadaan UU Desa diyakini akan memberikan manfaat jauh lebih besar bagi daerah. Karena, adanya bantuan stimulus yang dikucurkan pemerintah pusat ke pemerintah desa secara langsung untuk dapat dikelola. Akan tetapi UU Desa bisa menjadi seakan seperti mata pisau dalam pelaksanaannya.

Dalam UU Desa itu ada pasal yang berbunyi minimal 10 APBN akan dikucurkan untuk desa yang ada di seluruh Indonesia, tidak terkecuali desa-desa yang ada di Kabupaten Bantul. Bantuan itu sepenuhnya akan turun ke desa dan pengelolaannya juga seluruhnya akan dikelola oleh desa. Sehingga desa bisa menentukan sendiri penggunaan bantuan tersebut.

Patut diakui kalau pengelolaannya tidak semestinya sesuai dengan petunjuk yang ada penggunaan dana tersebut riskan akan adanya penyelewengan. Kekhawatiran itu wajar kalau melihat dinamika yang terjadi pada saat ini terkait pengelolaan dana desa. Apa lagi setelah ditetapkan menjadi UU Desa nantinya setiap desa di Indonesia akan dapat mengelola dana dalam kisaran bisa maksimal 1 M. Seandainya pengelolaan yang masih seperti yang saat ini hampir semua pemerintah desa melakukan tidak mustahil banyak penyelewengan yang dilakukan oleh perangkat desa. Sehingga yang dahulu letak korupsi ada dipemerintahan kabupaten, maka akan beralih ke desa. Pengelolaan yang tidak baik akan menyebabkan desentralisasi korupsi.

UU Desa ini mempunyai tiga point yang sangat krusial untuk dikawan oleh masyarakat sipil, salah satunya karang taruna : Model perencanaan pembangunan desa berbasis pemanfaatan lembaga dan kelompok warga untuk berpartisipasi dan memperkuat peran dalam perencanaan pembangunan desa yang strategis. Pengelolaan aset dan tata kelola pembangunan, agar memenuhi prinsip transparasi dan akuntabilitas.

Penguatan kapasitas sember daya masnusia, baik perangkat desa maupun masyarakat dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. Melihat kondisi dan memandang ke depan peran karang taruna bisa mengambil atau memanfaatkan peran strategis dalam membangun desa. Tinggal saat ini yang perlu dilakukan adalah penguatan kapasitas karang taruna untuk dapat melakukan hal tersebut. Sebenarnya saat ini sudah dilakukan oleh karang taruna, tinggal pemanfaatan untuk yang lebih strategis, sehingga akan meningkatkan sumber daya karang taruna dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: