Gambaran Aanalisa Usaha Budidaya Penggemukan Sapi

Ternak sapi merupakan sebuah usaha yang saat ini mungkin menjadi kegiatan wirausaha yang menjanjikan. Harga daging dan ternak sapi yang relatif masih tinggi akan tetap stabil kalau pemerintah bisa menstabilkan harga. Untuk menstabilkan harga ini bisa dilakukan dengan meningkatkan tata kelola beternak sapi yang bermanfaat.

Untuk menstabilkan harga daging dan sapi bukan impor yang menjawab. Oke, bisa dengan mengimpor sapi akan tetapi impor yang dilakukan adalah impor bakalan atau calon induk sapi yang baik. Sehingga dengan cara ini peternak lokal tinggal meningkatkan kapasitas untuk memelihara bakalan atau indukan yang produktif.

Saat ini untuk menstabilakan harga daging dan ternak sapi pemerintah mengimpor daging dan ternak sapi yang siap potong. Kalau hal ini terus dilakukan peternak yang akan mendapatkan masalah. Harga akan cenderung turun, karena banyak daging dan sapi yang masuk dan siap untuk di konsumsi.

Padahal kalau mau melihat perhitungan yang muncul jelas peternak akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan. Akan tetapi memang perlu peningkatan kapasitas peternak, karena kalau melihat saat ini yang terjadi peternak belum memandang soal produksi. Akan tetapi masih ada sebatas beternak bersifat klangena/hiburan.

Gambaran analisa ternak sapi potong :

Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.

Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 10 ekor dengan harga awal Rp. 10.000.000/ekor dan berat badan sekitar 250 kg/ekor

Sapi dipelihara selama 5 bulan dengan penambahan berat badan sekitar 0,8-1,2 kg/ekor dengan biaya Rp. 400.000/M

Penyusustan kandang 20 % / tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode 10

Sapi membutuhkan obat-obatan sebesar Rp. 50.000/ekor/periode

Tenaga kerja 1 orang dengan gaji Rp. 750.000/bulan

Peralatan kandang dibutuhkan sebesar Rp 500.000/tahun, dengan demikian untuk satu periode Rp. 250.000

Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 6.000 kg dengan harga Rp. 200/kg

Pakan yang diperlukan untuk satu periode

HMT 20 kg x 10 x 150 x Rp.500

Konsentrat 3 kg x 10 x 150 x Rp. 1.500

Pakan tambahan 3 kg x 10 x 150 x Rp. 500

MODAL USAHA

1. Pembuatan kandang 30 M x Rp. 400.000 –> Rp. 12.000.000

2. Peralatan kandang –> Rp. 500.000

Biaya Variabel

1. Sapi bakalan 10 x 250 kg x Rp. 30.000 –> Rp. 75.000.000

2. HMT –> Rp. 10.000.000

3. Konsentrat –> Rp. 6.750.000

4. Pakan Tambahan –> Rp. 2.250.000

Total Biaya Variabel –> Rp. 93.000.000

Biaya Tetap :

1. Tenaga Kerja 1 orang x 5 x Rp. 750.000 –> Rp. 3.750.000

2. Penyusustan kandang 10 % x Rp. 12.000.000 –> Rp. 1.200.000

3. Penyusutan peralatan –> Rp. 250.000

Total Modal Tetap –> Rp. 5.200.000

TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp. 93.000.000 + Rp. 5.200.000 = Rp. 98.200.000

B. PENERIMAAN

Penjualan sapi dan kotoran

Penambahan berat badan 1 kg x 150 = 150 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 400 kg, untuk berat keseluruhan adalah 10 x 400 kg = 4.000 kg dengan harga Rp. 30.000/kg. jadi uang yang didapat adalah Rp. 120.000.000

Penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000

TOTAL PENERIMAAN = Rp. 120.000.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 121.000.000

KEUNTUNGAN = Rp. 121.000.000 – Rp. 98.200.000 = Rp. 22.800.000

B/C Ratio = Rp. 121.000.000 : Rp. 22.800.000 = 5,3

2 Tanggapan

  1. mantap pak, bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: