Pembibitan Ternak Sapi Untuk Menunjang Swasembada Daging

Saat ini sektor pertanian, khususnya subsektor budi daya dan pembibitan sapi, sering dianggap berisiko tinggi karena bersifat biologis yang rentan terhadap serangan penyakit dan kematian. Walhasil, para pengusaha harus menderita kerugian. Oleh sebab itu, sudah selayaknya usaha peternakan ini mendapat perhatian khusus untuk meminimalisasi risiko melalui manajemen risiko.

Saat ini untuk menunjang kebutuhan dan menstandarkan harga daging sapi, pemerintah menggalakan impor sapi. Padahal impor yang berjalan hanya akan menopang kebutuhan daging dan penstabilan harga dalam waktu sesaat. Selain itu kegiatan impor sapi yang dilakukan oleh pemerintah penuh intrik dan politik.

Pengembangan pembibitan sapi dapat dilakukan dari tingkat desa. Kekuatan desa untuk memberdayakan petani peternak dapat dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat desa. Gapokta (Gabungan Kelompok Tani) yang merupakan bentukan dari pemerintah layak mendapat kepercayaan untuk dapat melakukan kegiatan tersebut. Hampir setiap pedukuhan masing-masing desa mempunyai gapoktan.

Dalam rangka mengoptimalkan pengembangan pembibitan sapi ini, perlu diperlukan keterpaduan antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten dalam pelaksanaan bimbingan dan pengawasan terhadap kelompok ternak, terlebih kelompok ternak yang mendapatkan stimulan dari pemerintah.
Sebenarnya pemerintah sudah melakukan pemberian bantuan ternak sapi kepada kelompok gapoktan.

Akan tetapi sistem yang dilakukan kadang kurang sesuai, dimana pemerintah kurang dapat melakukan kontrol terkait dengan pelaksanaan peternakan yang dilakukan, baik secara individu peternak maupun kelompok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: