Alami kritis Daging, Benarkah Demikian, Siapa yang Salah?

Saat ini banyak pedaging daging sapi mengalami kekurangan stok. Kekurangan stok daging ini banyak di alami di ibu kota. Padahal data menunjukan kalau stok kebutuhan sapi yang siyap potong ada. Trus pada kemana sapi-sapi tersebut? Dimanakah yang salah? Apakah import sapi juga harus dilakukan?

Sapi yang ada memang persebarannya tidak merata. Ini salah satu sebab setiap daerah mengalami kekurangan maupun kelebihan. Persebaran pemeliharaan sapi menyesuaikan dengan kondisi setiap daerah. Ada daerah yang petensial untuk pengembangan sapi tpi ada daaerah juga yang memang tidak dapat untuk mengembangkan sapi. Akan tetapi lebih ironis lagi kalau ada daerah yang harusnya bisa untuk mengmbangkan sapi, akan tetapi tidak tersentuh sama sekali.

Tingakat pemerataan in yang menjadikan kendala penyebaran sapi yang tidak merata. Harusnya pengembangan dan penyebarluasan daerah untuk usaha ternak sapi apat dilakukan. Banyak peran serta dinas peternak maupun ilmuwan peternakan yang dapat melakukan. Akan tetapi ini masih jauh dari apa yang menjadi harapan.

Sistem yang terjadi kemungkinan salah. Bagaimana pemberdayaan yang dilakukan tidak dapat merata. Atau malah tidak tersentuh sama sekali. Pemerintah sebenarnya sudah menempatkan para tenaga ahli sampai ke daerah. Peran orang-orang ahli ini untuk membantu peternak kecil bagaimana menjadikan ternak sapi ini menjadi usaha yang dapat menjadikan pokok.

Untuk mencukupi stok daging sesuai dengan harga yang diinginkan tidak harus mengimport sapi dari luar negeri. Lihat kondisi yang pernah terjadi. Indonesia pernah melakukan import sapi akan tetapi import yang dilakukan salah. Bagaimana ini salah karena kebanyakan import yang dilakukan adalah mendatangkan ternak sapi yang siap untuk di potong.

Pada waktu import sapi berjalan secara tidak terkontrol menyebabkan harga daging jatuh/turun. Banyak peternak kecil teriak karena harga tidak sesuai dengan operasional yang dikeluarkan. Padahal banyak orang dengan memelihara sapi dalam kapasitas kecil. Kekuatan modal sangat berpengaruh untuk dapat berkembang.

Padahal harusnya mendatangkan ternak sapi sebagai calon induk sehingga dapat dikembangbiakan. Pengembangbiakan ini yang nantinya akan menjadi jalan menjadi negara swasembada daging. Ini juga tidak mudah untuk dilakukan. Dimana sapi import memerlukan perlakukan berbeda dengan sapi yang bisa dipelihara. Bahkan untuk kebutuhan pakan juga lebih besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: