Ternak Domba/Kambing Menjadi Rupiah Gimana ya???:(

Domba/Kambing merupakan salah satu jenis hewan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat baik skala kecil atau besar. Kebanyakan Peternak Domba/kambing masih menggunakan cara berternak tradisional dimana kambing di siang hari dilepas ke ladang atau sawah dan peternak mencari rumput disawah atau di ladang. Tentu cara ini sangat menyita waktu dan tenaga. Disamping itu sangat tergantung dari hijauaan yang tersedia. Kebiasan seperti itu memang sudah turun temurun dilakukan oleh para peternak. Selain itu peternak menganggap itu merupakan cara yang effektif.
Sehingga ternak domba/kambing bisa mendatangkan menjadi rupiah dan peternak dapat menikamti hasil sambil duduk manis sambil menikmati segarnya kopi dalam cangkir? Ada beberapa cara yang dapat ditempuh yang dapat dilakukan. Akan tetapi itu semua tergantung dari tujuan yang akan dicapai untuk mendatangkan rupiah tersebut. Salah satu cara adalah dengan mengintensifkan pola ternak kambing/domba dengan cara domba/kambing di masukkan dalam kandang baterei (Kandang sendiri) juga penggunaan pakan kosentrat dan tidak lagi tergantung dari hijauan. Cara ini mungkin menjadi cara yang efektif untuk mengembangkan domba/kambing untuk tujuan penggemukan.
Cara ini lebih menguntungkan baik Rupiah, efesiensi waktu dan tenaga serta lebih terkontrol. Coba sekarang kita lakukan hitung – hitungan baik untuk modal, operasinal sampai biaya pakan. Ehh kayak belajar matematika saja, akan tetapi ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dalam melakukan usaha ternak domba/kambing. Semua dapat diatur dan disiasati dengan menggunakan limbah pertaniaan yang ada disekitar. Gambaran hitung berhitung tadi seperti gambaran perhitungan sebagai berikut. Akan tetapi ini tidak mutlak karena untuk riilnya disesuaika dengan tempat dimana usaha ternak domba/kambing tersebut akan dilakukan. Ini hanya patokan saja hehehe. Gambaran perhitungannya sebagai berikut :
harga bibit kambing Rp. 23.000/kg (antara Rp. 21.000 – Rp. 24.000)
harga kosentrat Rp. 1200,-/kg (bisa kurang kalau buat sendiri)
pertambahan per bulan rata-rata 4,5 kg
harga jual Rp. 21.000,- (harga terendah saat ini)
Kalau bibit kambing/domba diambil rata-rata 14 kg/ekor maka : 14 x 23.000 = Rp. 322.000,-/ekor
Jika dijual 6 bulan kedepan maka :
Petambahan berat : 4,5 x6 = 27 kg
Jadi berat kambing waktu dijual rata-rata 14 + 27 = 41 kg
Pendapatan kotor 41 x 21.000 = Rp. 861.000,-/kg
Total biaya yang dikeluarkan :
Biaya pakan : 1200 x 30 x 6 = Rp. 216.000,-/ekor
Biaya bibi : 23.000 x 14 = Rp. 322.000,-/ekor
Total biaya operasional perekor kambing = Rp.538.000,-
(belum termasuk biaya tenaga kerja dianggap dikerjakan sendiri)
Jadi total pendapatan bersih : 861.000 – 538.000 = Rp. 323.000/ekor
Bagaimana agar pendapatan akan lebih besar, hehehe. Mari kita bisa mencoba semoga share ini bermanfaat. Selain itu untuk lebih memaksimalkan keuntungan dapat memanfaatkan beberapa limbah pertanian yang ada disekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk pakan yang berkualitas juga. Bagaimana membuat pakan dari bahan limbah menjadi pakan yang berkualiatas itu dapat dilakukan sendiri dan dengan cara yang sangat sederhana. Bahkan konsentrat yang digunakan untuk pakan juga dapat dibuat sendiri dengan bahan baku yang diambil dan ada disekitar kita sehingga akan mengurangi biaya operasional. Bahan yang dapat dijadikan untuk bahan baku pembuatan konsentrat sebagai berikut :
katul
jerami
kulit kacang
kulit dan batang kedelai
limbah kangkung (rendeng kangkung)
kulit ari kopra
kulit kopi
kelenteng (biji kapuk)
kotoran ayam
Bahan – bahan tersebut dicari dengan yang ada disekitar lokasi peternakan sehingga akan mengurangi biaya operasional. Bahan – bahan yang sudah ada tidak perlu semua ada yang penting ada bahan yang terdapat kandungan karbohidrat, protein, mineral maupun nutrisi yang lain. Bahan yang sudah terkumpul kemudian dilakukan fermentasi dengan menambahkan bahan bakteri probiotik. Tujuan fermentasi adalah untuk membunuh bakteri merugikan dan meningkatkan protein serta dapat menghilangkan bau kotoran sehingga ternak akan lebih sehat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: