Waspada Daging Gelonggongan

Sungguh sadis penjagal ( tukang potong sapi ) yang menggunakan teknik gelonggongan untuk membuat sapi yang dipotong menjadikan tidak berdaya. Proses yang sangat mengerikan menyertai hewan sapi yang sudah mendekati ajalnya. Sebelum dilakukan penyembelihan sapi tersebut dimasukan air kedalam tubuhnya. Cara memasukan air melalui selang air langsung dari kran lewat mulut sapi. Tidak hanya satu dua kali perlakuan demikian akan tetapi sampai berulang – ulang sampai sapi tidak berdaya sama sekali atau ambrok.

Setelah sapi ambrok tidak berdaya baru pemasukan air ke dalam tubuh sapi dihentikan. Kemudian sapi baru disembelih. Padahal kadang sapi yang ambrok karena gelonggongan tersebut sudah sangat tidak berdaya bahkan sudah sekarat. Sehingga tidak memerlukan kesulitan yang sangat berarti dalam melumpuhkan sapi.

Akan tetapi perlu diingat dan dipahami bahwa daging hasil gelonggongan kuatitasnya tidak baik. Bahkan sudah sangat jauh dari pada kondisi daging sapi normal. Dapat digambarkan daging dari hasil penyembelehan secara gelondongan adalah sebagai berikut warna daging pucat (daging yang baik berwarna merah terang), kandungan air sangat tinggi/lembek dan biasanya harganya lebih murah.

Untuk itu perlu diwaspadai dalam membeli daging sapi jangan sampai terjebak dengan daging hasil gelonggongan. Perlu juga waspada apabila membeli daging sapi yang tidak digantung karena bisa jadi diyakini daging yang tidak digantung pedagang takut ketahuan kalau daging hasil gelonggongan karena kalau digantung air dalam daging akan terus menetes dan air keluar terus.

Jadi mungkin pembeli bisa menanyakan ke pedagang apabila wakru membeli daging posisi daging tidak tergantung. Ini untuk mengurangi kerugian dalam membeli daging dengan kualitas yang diharapkan. Sikap waspada ini juga untuk mendapatkan pembelian daging yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: