Ritual Pembukaan Cupu Panjolo Tahun 2016

Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjolo kembali dilaksanakan Selasa (23/9/2014) dinihari. Ribuan warga dari berbagai pelosok di wilayah DIY, dan Jawa Tengah hadir menyaksikan tradisi unik yang digelar di Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang ini.

Cupu Panjolo merupakan benda pusaka yang berupa tiga buah guci yang disimpan di dalam kotak kayu berukuran lebar 35 centimeter, panjang 20 centimeter dan tinggi 15 centimeter. Ketiga guci atau cupu tersebut terdiri dari cupu paling besar bernama Semar Kinandu, yang agak kecil Kalang Kinantang sedang yang paling kecil Kenthiwiri ini disimpan di rumah Dwijo Sumarto.

Ketiga guci atau cupu yang disimpan dalam kotak kayu yang diperkirakan berusia lebih dari 500 tahun tersebut kemudian dibungkus dengan kain mori tebal. Kain pembungkus inilah yang dibuka setiap tahun pada malam Selasa Kliwon Mongso Kapapat sesuai dengan penanggalan jawa. Setiap kali dibuka, di atas kain-kain mori tersebut terdapat simbol-simbol atau barang yang menginteprestasikan ramalan dalam satu tahun ke depan.

Prosesi pembukaan Cupu Kyai Panjolo ini dimulai sejak Senin (22/9) malam. Ribuan warga dari berbagai daerah sudah memenuhi rumah serta halaman milik Dwijo Sumarto. Acara dimulai dengan kenduri yang dipimpin oleh tokoh masyarakat. Setelah itu dilanjutkan dengan makan nasih gurih dengan lauk suwiran ingkung ayam.

Jelang dini hari atau sekitar pukul 01.00 Wib, acara dilanjutkan dengan kenduri kedua. Setelah abdi dalem memimpin doa, dilanjutkan dengan acara makan nasih gurih yang kedua. Yang unik, acara makan nasih gurih ini dilaksanakn secara kembulan. Setiap piring nasi gurih dengan lauk rempeyek dan apem harus dimakan berdua.

Selesai makan nasi gurih, acara inti dimulai. Cupu Kyai Panjolo yang sebelumnya disimpan dalam sebuah ruangan dibawa ke rumah bagian depan. Setelah itu dipimpin oleh sesepuh trah Eyang Seyeg, satu persatu kain mori dibuka. Setiap kali satu lapisan kain mori dibuka, akan terdapat simbol atau gambar yang kemudian diumumkan kepada warga yang sudah menunggu.

Simbol-simbol yang berhasil dibaca antara lain gambar seorang perempuan bertubuh gemuk menghadap barat daya. Sisi tenggara ada gambar ikan laut dan ada kulit pohon, sisi utara gambar dua bola dan sebelah timur kain mori pembungkusnya kotor. Sementara sepertiga kain mori yang digunakan untuk membungkus cupu kering.

Dari sekian banyak lembaran kain yang dibuka, berikut hasil gambar yang diperoleh :

  1. Sisi kulon ana kliko kayu

  2. Sisi lor kulon ana lintang biru cilik, kemule kemrisik

  3. Sisi lor wetan ana huruf ABD

  4. Sisi lor wetan ana lintang loro, warnane biru. Lor ono bintang 2, jumlahe 4

  5. Soyo menjero kemule soyo garing

  6. Sisi lor bener jagung wahe siji ora ono godonge. Lor wetan ana ndas singa mangap marep ngidul

  7. Sisi wetan ono gambar tombak sak landenane

  8. Sisi lor ono kemule kotor jembare 5 cm

  9. Sisi wetan ana lintang loro warnane coklat. Sisi wetan ana kayon

  10. Sisi wetan ono gambar ndas ketek,

  11. Sisi kulon gambar tegel. Sisi wetan ono huruf U

  12. Sisi kidul kulon trotol-trotol karo nylemek

  13. Kemule resik garing. Sisi wetan ono gambar bocah kembar utuh awake

  14. Sisi kulon lor telapak gajah karo telapak wong jejeran

  15. Sisi kidul wetan ana gambar iwak banyu, kidul kulon wong wedok ngadek

  16. Sisi lor garis horisontal utowo min

  17. Sisi kidul kulon gambar gunung

  18. 3 lembar kemule ngelemek bar kui garing meneh

  19. Sisi lor kulon ana gambar perahu layar,

  20. Sisi kidul kulon ono gambar huruf N

  21. Sisi lor wetan ono gambar wong ngadek sikile tengleng mentalit ngiwo nganggo caping

  22. Sisi lor ono gambar sirah kucing

  23. Sisi wetan pulau Sumatra dan Sulawesi jejer

  24. Sisi wetan kidul huruf Arab Sin

  25. Kemule getih garing mubeng

  26. Sisi wetan ono tetesan getih lan huruf G

  27. Sisi lor getih garing

    Posisi Semar Tinandu saat dibuka jejeg, Cupu Palang Kinantang miring ngidul tutupe amblek, lan Kenthiwiri jejeg. Tutupe pethi bolong tengah.

Sumber :

  1. http://jogja.tribunnews.com/2014/09/23/gambar-wanita-gemuk-muncul-dalam-pembukaan-cupu-panjolo?page=1

  2. http://www.sorotgunungkidul.com/berita-gunungkidul-14206-ini-dia-hasil-pembukaan-cupu-kyai-panjala-.html

Karang Taruna Membangun Desa

Sesuai dengan pedoman Dasar Karang Taruna, Pengertian Karang Taruna adalah organisasi sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas kelompok warga sederajat dan terutama bergerak dibidang kesejahteraan sosial.

Berdasarkan permensos 83/HUK/2015 tentang pedoman dasar karang taruan, tujuan karang taruna adalah : Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga karang taruna dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga karang taruna yang terampil dan dan berkepribadian serta berpengetahuan.

Terwujudnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan warga karang taruna. Termotivasi setiap generasi muda warga karang taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyrakat, berbangsa dan bernegara. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat.

Terwujudnya Kesejahteraan Sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya.

Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif, terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya.

Permensos 83/HUK/2015 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Bicara soal pembangan desa, tentu bukan menjadi tugas pemirintah saja. Akan tetapi semua elemen warga masyarakat menjadi faktor penunjang didalam pembangunan desa, tidak terkecuali karang taruna. Lalu apakah peran karang taruna dapat diandalkan dalam berperan melakukan pembangunan desa? Seberapa jauh karang taruna memberikan kontribusi dalam berperan serta melakukan pembangunan desa? Apa yang mesti ditawarkan oleh karang taruna dan seberapa strategis posisi dalam program pembangunan desa?

Masalah Umum dalam Pembangunan Desa

Pembangunan pada prinsipnya sebuah proses yang dilajkukan oleh masyarakat bersama warga untuk mendapatkan kondisi yang lebih baik. Namun, demikian pembanguna tidak semena-mena langsung kelihatan hasilnya, akan tetapi semua itu memerlukan proses yang bertahab sehingga mendapatkan kondisi yang ideal, yaitu kondisi yang lebih baik.

Besarnya perbedaan antara desa maju dan tertinggal banyak disebabkan oleh terbatasnya ketersediaan sumber daya masnusia yang profesional, belum tersusunnya kelembagaan sosial-ekonomi yang mampu berperan secara efektif dan produktif, pendekatan top down dan button up yang belum berjalan seimbang, pembangunan belum sepenuhnya partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur kebijakan yang sentralistik sementara kondisi sangat plural dan beragam, pembangunan pedesaan belum terintergritas dan belum konperhensif, belum adanya fokus kegiatan pembangunan pedesaan, fokus kegiatan belum tepat sasaran dan yang lebih penting pembangunan desa selama ini belum sepenuhnya menekankan prisip pro poor (Keberpihakan kepada upaya pengentasan kemiskiskinan), Pro job (Keberpihakan kepada peningkatan tenaga kerja) dan Pro growth (Keberpihakan kepada pertumbuhan).

Kenyataan diatas tentu sangat mengkhatirkan. Mengapa desa yang memiliki kekayaan yang melimpah dan sumber daya alam yang besar justru mengalami ketertinggalan. Padahal pasokan kebutuhan pokok orang-orang kota hampir mayoritas datangnya dari desa. Desa memiliki lahan yang luas, wilayah strategis dan kondisi yang memungkinkan untuk berkarya dan mencipta. Melihat kondisi sebenarnya yang ada di desa tidak mustahil basis pembangunan nasional adalah pedesaan.

Keberadaan Undang-Undang Desa dinilai sejumlah kalangan jauh lebih baik dari aturan soal desa di UU sebelumnya. Dalam UU Desa tersebut, keberadass desa yang semakin menjadi kekhususan suatu daerah diakui dan dianggap sebagai satu kesatuan hukum. Sedang di aturan sebelumnya, kurang mendapatkan pengakuan tersebut.

Keberadaan UU Desa diyakini akan memberikan manfaat jauh lebih besar bagi daerah. Karena, adanya bantuan stimulus yang dikucurkan pemerintah pusat ke pemerintah desa secara langsung untuk dapat dikelola. Akan tetapi UU Desa bisa menjadi seakan seperti mata pisau dalam pelaksanaannya.

Dalam UU Desa itu ada pasal yang berbunyi minimal 10 APBN akan dikucurkan untuk desa yang ada di seluruh Indonesia, tidak terkecuali desa-desa yang ada di Kabupaten Bantul. Bantuan itu sepenuhnya akan turun ke desa dan pengelolaannya juga seluruhnya akan dikelola oleh desa. Sehingga desa bisa menentukan sendiri penggunaan bantuan tersebut.

Patut diakui kalau pengelolaannya tidak semestinya sesuai dengan petunjuk yang ada penggunaan dana tersebut riskan akan adanya penyelewengan. Kekhawatiran itu wajar kalau melihat dinamika yang terjadi pada saat ini terkait pengelolaan dana desa. Apa lagi setelah ditetapkan menjadi UU Desa nantinya setiap desa di Indonesia akan dapat mengelola dana dalam kisaran bisa maksimal 1 M. Seandainya pengelolaan yang masih seperti yang saat ini hampir semua pemerintah desa melakukan tidak mustahil banyak penyelewengan yang dilakukan oleh perangkat desa. Sehingga yang dahulu letak korupsi ada dipemerintahan kabupaten, maka akan beralih ke desa. Pengelolaan yang tidak baik akan menyebabkan desentralisasi korupsi.

UU Desa ini mempunyai tiga point yang sangat krusial untuk dikawan oleh masyarakat sipil, salah satunya karang taruna : Model perencanaan pembangunan desa berbasis pemanfaatan lembaga dan kelompok warga untuk berpartisipasi dan memperkuat peran dalam perencanaan pembangunan desa yang strategis. Pengelolaan aset dan tata kelola pembangunan, agar memenuhi prinsip transparasi dan akuntabilitas.

Penguatan kapasitas sember daya masnusia, baik perangkat desa maupun masyarakat dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. Melihat kondisi dan memandang ke depan peran karang taruna bisa mengambil atau memanfaatkan peran strategis dalam membangun desa. Tinggal saat ini yang perlu dilakukan adalah penguatan kapasitas karang taruna untuk dapat melakukan hal tersebut. Sebenarnya saat ini sudah dilakukan oleh karang taruna, tinggal pemanfaatan untuk yang lebih strategis, sehingga akan meningkatkan sumber daya karang taruna dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Gambaran Aanalisa Usaha Budidaya Penggemukan Sapi

Ternak sapi merupakan sebuah usaha yang saat ini mungkin menjadi kegiatan wirausaha yang menjanjikan. Harga daging dan ternak sapi yang relatif masih tinggi akan tetap stabil kalau pemerintah bisa menstabilkan harga. Untuk menstabilkan harga ini bisa dilakukan dengan meningkatkan tata kelola beternak sapi yang bermanfaat.

Untuk menstabilkan harga daging dan sapi bukan impor yang menjawab. Oke, bisa dengan mengimpor sapi akan tetapi impor yang dilakukan adalah impor bakalan atau calon induk sapi yang baik. Sehingga dengan cara ini peternak lokal tinggal meningkatkan kapasitas untuk memelihara bakalan atau indukan yang produktif.

Saat ini untuk menstabilakan harga daging dan ternak sapi pemerintah mengimpor daging dan ternak sapi yang siap potong. Kalau hal ini terus dilakukan peternak yang akan mendapatkan masalah. Harga akan cenderung turun, karena banyak daging dan sapi yang masuk dan siap untuk di konsumsi.

Padahal kalau mau melihat perhitungan yang muncul jelas peternak akan mendapatkan keuntungan yang cukup signifikan. Akan tetapi memang perlu peningkatan kapasitas peternak, karena kalau melihat saat ini yang terjadi peternak belum memandang soal produksi. Akan tetapi masih ada sebatas beternak bersifat klangena/hiburan.

Gambaran analisa ternak sapi potong :

Lahan yang digunakan merupakan tanah pekarangan yang belum dimanfaatkan dan tidak diperhitungkan untuk sewa lahannya.

Sapi bakalan yang dipelihara sebanyak 10 ekor dengan harga awal Rp. 10.000.000/ekor dan berat badan sekitar 250 kg/ekor

Sapi dipelihara selama 5 bulan dengan penambahan berat badan sekitar 0,8-1,2 kg/ekor dengan biaya Rp. 400.000/M

Penyusustan kandang 20 % / tahun dengan demikian penyusutan untuk satu periode 10

Sapi membutuhkan obat-obatan sebesar Rp. 50.000/ekor/periode

Tenaga kerja 1 orang dengan gaji Rp. 750.000/bulan

Peralatan kandang dibutuhkan sebesar Rp 500.000/tahun, dengan demikian untuk satu periode Rp. 250.000

Kotoran yang dihasilkan selama 1 periode sebanyak 6.000 kg dengan harga Rp. 200/kg

Pakan yang diperlukan untuk satu periode

HMT 20 kg x 10 x 150 x Rp.500

Konsentrat 3 kg x 10 x 150 x Rp. 1.500

Pakan tambahan 3 kg x 10 x 150 x Rp. 500

MODAL USAHA

1. Pembuatan kandang 30 M x Rp. 400.000 –> Rp. 12.000.000

2. Peralatan kandang –> Rp. 500.000

Biaya Variabel

1. Sapi bakalan 10 x 250 kg x Rp. 30.000 –> Rp. 75.000.000

2. HMT –> Rp. 10.000.000

3. Konsentrat –> Rp. 6.750.000

4. Pakan Tambahan –> Rp. 2.250.000

Total Biaya Variabel –> Rp. 93.000.000

Biaya Tetap :

1. Tenaga Kerja 1 orang x 5 x Rp. 750.000 –> Rp. 3.750.000

2. Penyusustan kandang 10 % x Rp. 12.000.000 –> Rp. 1.200.000

3. Penyusutan peralatan –> Rp. 250.000

Total Modal Tetap –> Rp. 5.200.000

TOTAL BIAYA PRODUKSI = Rp. 93.000.000 + Rp. 5.200.000 = Rp. 98.200.000

B. PENERIMAAN

Penjualan sapi dan kotoran

Penambahan berat badan 1 kg x 150 = 150 kg/ekor/periode dan berat badan sapi sekarang untuk setiap ekor adalah 400 kg, untuk berat keseluruhan adalah 10 x 400 kg = 4.000 kg dengan harga Rp. 30.000/kg. jadi uang yang didapat adalah Rp. 120.000.000

Penjualan kotoran ternak 6.000 x Rp. 200 = Rp. 1.200.000

TOTAL PENERIMAAN = Rp. 120.000.000 + Rp. 1.200.000 = Rp. 121.000.000

KEUNTUNGAN = Rp. 121.000.000 – Rp. 98.200.000 = Rp. 22.800.000

B/C Ratio = Rp. 121.000.000 : Rp. 22.800.000 = 5,3

Import Sapi Indukan dan Bakalan Produktif, Bukan Sapi Siap Potong

Negara akan melakukan import sapi dalam kapasitas besar. Tidak tanggung-tanggung negara akan mengimport sebanyak ribuan ekor sapi. Import sapi ini untuk menanggulangi harga sapi yang tinggi. Wajar mungkin dengan banyaknya daging sapi yang beredar akan menurunkan harga, sehingga daging sapi akan tetap dijangkau oleh masyarakat.

Kewajaran itu kurang bisa memperhatikan peternak yang ada. Saat ini ribuan orang warga menjadi peternak. Baik peternak dengan kapasitas kecil, sedang atau bahkan besar. Adanya import sapi dalam jumlah yang cukup signifikan itu jelas nantinya akan berpengaruh terhadap peternak, terlebih peternak kecil. Ini merupakan kejadian yang sering kali berulang dan dilakukan oleh negara.

Import sapi untuk menekan harga daging sapi, tapi juga menekan peternak terutama peternak kecil. Untuk itu perlu adanya planing jangka panjang untuk melakukan import sapi. Perlu ada pemahaman, bahwa import sapi jelas akan menimbulkan pemahaman positif dan negatif. Akan tetapi siapa yang akan menikmati keuntungan dari kegiatan import sapi tersebut, bisa jadi akan kembali ke peternak yang tergolong peternak kecil-kecilan.

Biogas Sebagai Sumber Energi Alternatif

Biogas adalah sumber energi alternatif dengan menipisnya kandungan minyak bumi. Ini perlu dilakukan karena pertumbuhan penduduk semakin pesat akan mempengaruhi tingkat kebutuhan energi yang besar. Selama ini minyak bumi menjadi sumber energi yang utama. Adanya eksploitasi penduduk maka kebutuhan energi juga akan meningkat tajam. Lama kelamaan sumber energi minyak bumi akan habis.

Banyak cara dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Misalnya mencari alternatif untuk dapat menciptakan sumber energi baru. Saat ini banyak dilakukan oleh banyak kalangan untuk menciptak sumber energi baru. Alternatif yang dikembangkan antara lain energi panas matahari, energi air, nuklir, gas bumi dan lain – lain. Akan tetapi energi alternatif yang murah dan mudah dibuat juga sedang banyak dilakukan.

Cara tersebut yaitu dengan pemanfaatan sumber gas bio. Gas bio berasal dari kotoran sapi atau hewan lain yang dimanfaatkan gasnya. Dengan pemanfaatan gas dari kotoran sapi akan dimanfaatkan secara dua arah. Gas dari kotoran dapat digunakan sebagai sumber energa untuk masak dan penerangan. Sedang sisa kotoran dimanfaatkan untuk pupuk yang mengandung unsur hara yang tinggi.

Gas bio itu sering disebut dengan teknologi biogas. Biogas merupakan pemanfaatan sumber gas yang berasal dari kotoran ternak. Peralatan yang dibutuhkan adalah instalasi biogas berfungsi untuk menetralisir polusi kotoran ternak. Untuk membangun sebuah instalasi biogas (Biodigester) yang bisa meme.uhi kebutuhan energi rumah tangga, sebuah rumah tangga harus memiliki minimal 3 ekor sapi. Energi dari tiga ekor sapi ini bisa dimanfaatkan untuk memasak, memanaskan air, maupun penerangan.

Pembuatan biogas tidak terlalu sulit. Berikut gambaran sederhana rangkaian untuk membuat biogas sehingga gas dari kotoran dapat dimanfaatkan dan kotoran tidak berbau. Sebagai gambaran caranya sebagai berikut :
1. Yang pertama dilakukan adalah menyediakan wadah atau bejana untuk mengolah kotoran organik menjadi biogas. Kalau hanya diperuntukkan secara pribadi, cukup menggunakan bak yang terbuat dari semen yang cukup lebar atau drum bekas yang masih cukup kuat. Selain itu perlunya kesediaan kotoran hewan (baik sapi maupun kambing) yang merupakan bahan baku biogas.

2. Proses kedua adalah mencampurkan kotoran organik tersebut dengan air. Biasanya campuran antara kotoran dan air menggunakan perbandingan 1:1 atau bisa juga menggunakan perbandingan 1:1,5. Air berperan sangat penting di dalam proses biologis pembuatan biogas. Artinya jangan terlalu banyak (berlebihan) juga jangan terlalu sedikit (kekurangan).

3. Temperatur selama proses berlangsung, karena ini menyangkut “kesenangan” hidup bakteri pemroses biogas antara 27 – 28 derajat celcius. Dengan temperatur itu proses pembuatan biogas akan berjalan sesuai dengan waktunya. Tetapi berbeda kalau nilai temperatur terlalu rendah (dingin), maka waktu untuk menjadi biogas akan lebih lama.

4. Kehadiran jasad pemroses, atau jasad yang mempunyai kemampuan untuk menguraikan bahan-bahan yang akhirnya membentuk CH4 (gas metan) dan CO2. Dalam kotoran kandang, lumpur selokan ataupun sampah dan jerami, serta bahan-bahan buangan lainnya, banyak jasad renik, baik bakteri ataupun jamur pengurai bahan-bahan tersebut didapatkan. Tapi yang menjadi masalah adalah hasil uraiannya belum tentu menjadi CH4 yang diharapkan serta mempunyai kemampuan sebagai bahan bakar.

5. Untuk mendapatkan biogas yang diinginkan, bak penampung (bejana) kotoran organik harus bersifat anaerobik. Dengan kata lain, tangki itu tak boleh ada oksigen dan udara yang masuk sehingga sampah-sampah organik yang dimasukkan ke dalam bioreaktor bisa dikonversi mikroba. Keberadaan udara menyebabkan gas CH4 tidak akan terbentuk. Untuk itu maka bejana pembuat biogas harus dalam keadaan tertutup rapat.

6. Setelah proses ini selesai, maka selama dalam kurun waktu 1 minggu didiamkan, maka gas metan sudah terbentuk dan siap dialirkan untuk keperluan memasak. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan biogas. Seperti misalnya sifat biogas yang tidak berwarna, tidak berbau dan sangat cepat menyala. Karenanya kalau lampu atau kompor mempunyai kebocoran, akan sulit diketahui secepatnya. Berbeda dengan sifat gas lainnya, sepeti elpiji, maka karena berbau akan cepat dapat diketahui kalau terjadi kebocoran pada alat yang digunakan. Sifat cepat menyala biogas, juga merupakan masalah tersendiri. Artinya dari segi keselamatan pengguna. Sehingga tempat pembuatan atau penampungan biogas harus selalu berada jauh dari sumber api yang kemungkinan dapat menyebabkan ledakan kalau tekanannya besar.

RESEP BIKIN PAKAN IKAN MURAH dan SEDERHANA

Saat ini pakan pabrik/pelet harganya terlalu tinggi. petani ikan akan mendapatkan hasil yang minm dengan meningkatnya harga pakan pabrik. mungkin dengan membuat pakajn buatan akan mengurangi biaya produksi dan hasil yang didapat tetap stabil.

Cara Aplikasi yang kami berikan adalah sebagai berikut dibawah ini :
Lahan di Pupuk NPK Organik , Dosis 600 KG – 1.000 KG / HA.
Kemudian didiamkan selama 10 hari agar tercipta ZOOPLANKTON dan PHYTOPLANKTON, dan hari ke – 11 bibit ikan baru dimasukan.
Pemberian PAKAN baru dilakukan setelah kira – kira ZOOPLANKTON dan PHYTOPLANKTON berkurang atau habis.

Cara membuat pakan ikan buatan ( Per 110 KG ) :
BAHAN – BAHAN :
KATUL : 100 KG ( Harga Rp. 1.500/Kg)
Untuk membuat pakan ikan sendiri diharapkan hasil panen lebih cepat waktunya serta Biaya pakan dapat ditekan minimal 50% dan BOBOT lebih berat.

Cara membuatnya ( Per 110 KG ) :
BAHAN – BAHAN :
KATUL : 100 KG ( Harga Rp. 1.500/Kg )
TEPUNG GAPLEK : 10 KG ( Harga Rp. 1.500/KG )
GARAM KASAR : 2 KG ( Harga Rp. 1.000/KG )
TESAKI CAIR : 4 Botol/0,5 Liter ( SUPLEMEN ORGANIK ) – ( Harga Rp. 30.000/Botol )

CARA MEMBUAT PAKAN :
Garam Kasar/Grosok dihaluskan kemudian dicampur RATA dengan KATUL dan TEPUNG GAPLEK, setelah itu dikukus sampai warna coklat tua.
3 Botol TESAKI CAIR dicampur dan diaduk RATA dengan 50 liter Air matang / Air isi ulang.
Hasil KUKUSAN dicampurkan merata dengan TESAKI + AIR, setelah itu dimasukan mesin pellet atau Gilingan Daging kemudian dikeringkan ( Dijemur atau di Oven pakai Oven Kue ).
Bila sudah kering baru diberikan kepada Pasukan yang ada di Air ( IKAN )

SELAMAT MENCOBA … !!!

Pembibitan Ternak Sapi Untuk Menunjang Swasembada Daging

Saat ini sektor pertanian, khususnya subsektor budi daya dan pembibitan sapi, sering dianggap berisiko tinggi karena bersifat biologis yang rentan terhadap serangan penyakit dan kematian. Walhasil, para pengusaha harus menderita kerugian. Oleh sebab itu, sudah selayaknya usaha peternakan ini mendapat perhatian khusus untuk meminimalisasi risiko melalui manajemen risiko.

Saat ini untuk menunjang kebutuhan dan menstandarkan harga daging sapi, pemerintah menggalakan impor sapi. Padahal impor yang berjalan hanya akan menopang kebutuhan daging dan penstabilan harga dalam waktu sesaat. Selain itu kegiatan impor sapi yang dilakukan oleh pemerintah penuh intrik dan politik.

Pengembangan pembibitan sapi dapat dilakukan dari tingkat desa. Kekuatan desa untuk memberdayakan petani peternak dapat dilakukan untuk pemberdayaan masyarakat desa. Gapokta (Gabungan Kelompok Tani) yang merupakan bentukan dari pemerintah layak mendapat kepercayaan untuk dapat melakukan kegiatan tersebut. Hampir setiap pedukuhan masing-masing desa mempunyai gapoktan.

Dalam rangka mengoptimalkan pengembangan pembibitan sapi ini, perlu diperlukan keterpaduan antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten dalam pelaksanaan bimbingan dan pengawasan terhadap kelompok ternak, terlebih kelompok ternak yang mendapatkan stimulan dari pemerintah.
Sebenarnya pemerintah sudah melakukan pemberian bantuan ternak sapi kepada kelompok gapoktan.

Akan tetapi sistem yang dilakukan kadang kurang sesuai, dimana pemerintah kurang dapat melakukan kontrol terkait dengan pelaksanaan peternakan yang dilakukan, baik secara individu peternak maupun kelompok.